Indoposnewsid_Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel ) Pilar Saga Ichsan bersama Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Republik Indonesia (RI) dr. Benyamin Paulus meresmikan Pos Kesehatan Merah Putih sebagai bagian dari program nasional Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto yang berada di Ciputat, pada Sabtu (14/2).
Peresmian yang digelar di Jalan H. Usman, kawasan Pasar Ciputat ini menjadi langkah nyata dalam menghadirkan layanan kesehatan lebih dekat dengan masyarakat.
Pilar menyampaikan apresiasi atas terwujudnya Pos Kesehatan Merah Putih di kawasan strategis tersebut. Menurutnya, kehadiran pos kesehatan di tengah kawasan perniagaan bersejarah seperti Pasar Ciputat akan mempermudah akses layanan kesehatan bagi masyarakat dan pedagang.
“Atas nama Pemerintah Kota Tangerang Selatan, kami mengucapkan terima kasih atas program luar biasa ini. Pos Kesehatan Merah Putih menjadi bentuk nyata bagaimana layanan kesehatan bisa semakin dekat dengan masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kawasan Pasar Ciputat merupakan salah satu pusat aktivitas ekonomi tertua di Tangerang Selatan yang telah ada sejak masa sebelum kemerdekaan. Pemerintah Kota Tangerang Selatan bersama DPRD terus melakukan penataan kawasan agar semakin tertib dan nyaman, termasuk menghadirkan fasilitas kesehatan yang memadai.
Pilar juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Tangerang Selatan, sebelumnya telah menjalankan program layanan kesehatan keliling bertajuk “Ngider Sehat”. Program tersebut menghadirkan tenaga kesehatan yang melakukan kunjungan door to door setiap hari di satu kelurahan, menggunakan dua kendaraan motor yang diisi nakes dan dokter.
Sementara itu, Wamenkes RI dr. Benyamin Paulus menjelaskan bahwa Pos Kesehatan Modular ini dibangun untuk meningkatkan kesadaran masyarakat melakukan pemeriksaan kesehatan rutin.
Menurutnya, selama lebih dari 35 tahun sebagai dokter, ia jarang menemukan masyarakat yang datang hanya untuk pemeriksaan kesehatan preventif.
“Sebagian besar penyakit kronis seperti diabetes dan hipertensi dipengaruhi faktor keturunan, bahkan mencapai sekitar 90 persen. Jika tidak ditangani dalam 3 sampai 5 tahun, penyakit ini bisa merusak pembuluh darah dan menyebabkan komplikasi serius seperti gagal ginjal, serangan jantung, hingga stroke,” ujarnya.
Ia juga menyoroti besarnya beban pembiayaan kesehatan negara. Biaya cuci darah pada 2020 tercatat sekitar Rp2,3 triliun dan melonjak menjadi lebih dari Rp13 triliun pada 2025, sementara pembiayaan penyakit jantung mencapai sekitar Rp17 triliun.
“Kalau kita hanya fokus pada pengobatan, negara tidak akan sanggup. Pencegahan jauh lebih murah dan menyelamatkan,” tegasnya.
Pos Kesehatan Merah Putih sengaja ditempatkan di kawasan pasar dan pusat keramaian agar masyarakat bisa memeriksakan kesehatan sambil beraktivitas ekonomi.

