Indoposnewsid_Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintahannya dalam mempercepat pembangunan sumber daya manusia, mengatasi stunting, serta memperkuat pertumbuhan ekonomi inklusif.
Presiden menyampaikan bahwa pengalaman turun langsung ke desa-desa membuka matanya terhadap kondisi anak-anak yang mengalami stunting.
“Saya menanyakan usia mereka dan anak-anak yang saya kira berusia empat, lima, enam tahun, ternyata berusia sepuluh, sebelas, dua belas tahun. Kemudian saya mengetahui bahwa 25 persen anak-anak kita mengalami stunting, pertumbuhan terhambat,” ucap Presiden dalam sambutannya pada sesi roundtable Business Summit dalam rangka kunjungan kerjanya di Washington DC, Amerika Serikat, pada Rabu (18/2).
Presiden Prabowo juga menyaksikan penandatanganan 11 nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) senilai 38,4 miliar dolar Amerika Serikat (AS) antara pelaku usaha Indonesia dan Amerika Serikat dalam sesi roundtable Business Summit yang diselenggarakan oleh US-ASEAN Business Council (US-ABC).
Penandatanganan 11 MoU ini menjadi wujud konkret kolaborasi sektor pemerintah serta swasta kedua negara di berbagai bidang, mulai dari pertambangan dan hilirisasi, energi, agribisnis, tekstil dan garmen, hingga manufaktur furnitur dan pengembangan teknologi.

